UBER Success Story…Berawal Dari 1 Tweet Iklan

uber, success story

Diatas adalah tweet dari Travis Kalanick yang dikirim pada bulan Januari 2010. Jawaban datang dari Ryan Graves 3 menit kemudian. Tweet ini ternyata kemudian bernilai jutaan dollar.

Bulan Januari 2010 adalah saat ketika Travis melakukan test-run menggunakan 3 mobilnya di jalanan New York atas sebuah mobile app, yang baru saja diciptakan oleh Travis dan temannya, Garret Camp.

Mereka memutuskan inilah saatnya mereka memulai sebuah perusahaan untuk menjalankan mobile app tersebut dan untuk itu mereka membutuhkan seorang General Manager. Travis segera memulai pencarian lewat Craiglist dan Twitter guna mendapatkan orang yang tepat.

Pada saat bersamaan adalah Ryan Graves yang saat itu sedang mencari-cari sesuatu yang baru dalam pekerjaan. Ia berpengalaman kerja di GE, pernah bekerja di Foursquare beberapa saat sampai akhirnya dikecewakan oleh perusahaan tersebut. Saat itu kebetulan ia sedang mencari peluang baru- maka iapun menjawab tweet dari Travis.

Travis menjawab tweet dari Ryan, mereka akhirnya bertemu dan jadilah Ryan bergabung dengan Travis dan Garret pada 1 Maret 2010 sebagai karyawan pertama.

Dengan dimulainya perusahaan baru mereka, ketiga orang ini lalu mengundang semua kawan mereka untuk melakukan demo produk. Lalu secara resmi mereka meluncurkan produk mereka di San Francisco 3 bulan kemudian yaitu pada 31 May 2010.

Saat itu adalah 5 tahun yang lalu. Saat ini, team yang dimulai dari sebuat tweet itu telah membuat perusahaan itu, UBER, menjadi perusahaan dengan total market value sebesar USD 60,000,000,000. Kabarnya saat ini mereka mendapatkan suntikan modal lagi sebesar USD 2,000,000,000.

Hari ini, Travis dan Ryan memiliki kekayaan sebesar USD 6,000,000,000 dan tweet dari Ryan (saat ini menjadi Head of Global Operations di UBER) itu menjadi awal dari perjalanan karirnya yang sekaligus membuatnya jadi seorang biliuner. (sumber : recode.net)

Bagaimana kita menggunakan Facebook, Tweeter, LinkedIn, dan Youtube saat ini?

Sebagai wall of content ? Sebagai alat penyebar berita (broadcasting tool)?

Atau, seperti Travis dan Ryan, menggunakan social media sebagai alat guna menemukan sumber daya, koneksi dan peluang disaat kita membutuhkannya ?

Tergantung bagaimana kita menggunakannya, social media bisa membuat kita terpisah dari orang lain, atau bisa juga membuat kita mendekat ke orang lain.

Social media bisa “membanjiri” kita dengan berbagai macam hal/informasi, tapi juga bisa menjadi alat efektif untuk mencapai tujuan jika kita bisa menggunakannya.

Social media bisa menjadi “time waster”, atau ia bisa menjadi “time saver”.

Benjamin Franklin mengatakan,” Never confuse motion with action”. Artinya menurut saya, janganlah kita bingung antara gerakan dengan tindakan, dimana gerakan adalah melakukan sesuatu tanpa didorong adanya misi atau skenario tertentu sedangkan action/tindakan adalah melakukan sesuatu yang didasari adanya skenario atau tujuan tertentu yang spesifik yang ingin dicapai.

Apa yang kita butuhkan atau siapa yang akan kita tolonng hari ini ? Mungkin itu hanya “berjarak” satu tweet saja (1 tweet bisa mengubah jalan hidup Travis dan Ryan).

Tentu saja, tidak ada yang bisa menjamin bahwa 1 tweet bisa membuat anda kaya raya atau membuat banyak orang menjadi kaya raya.

Tetapi tidak ada jaminan juga bahwa 1 tweet tidak akan membuat anda kaya. Ini telah dibuktikan oleh Travis dan Ryan.

Sumber : Roger James Hamilton

BANNER FREE MEMBER

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
Gabung Komunitas Belajar Bisnis Online yuuk...hub. 0818856201